Sudah belajar banyak dari Youtube, kenapa sekarang nggak gantian?

 

Aku mulai semangat belajar dandan sendiri karena sering nggak puas sama hasil make up orang lain (itu lho, kan zaman SD sering diminta jadi yang ngipasin pengantin atau Pager Ayu, tapi dikasih bulu mata palsunya yang super-ultra badai, sampai helainya menyentuh bawah alis, hiks). Akan tetapi, mau bayar Make Up Artist (MUA) idola ku pun belum sanggup, hahaha.

Sebetulnya, memang sejak SD aku sudah sering eksperimen sok sok dandanin ulang cover majalah Kartini pakai spidol warna, ditebelin eye shadow sama lipstick-nya lah, dikasih blush on lalala… (semua pakai spidol warna btw, kebayang kan, wkwk). Abis itu aku mulai nekat nyampur Minyak Tawon sama bedak Caladine (ouch!), aku pikir itu bisa dipakai buat maskeran dan mempercantik kulit, pinter! :’D (jangan ditanya, pastinya kepanasan kulitnya, huft)

Aku pakai produk make up beneran itu zaman kuliah, itupun cuma mascara (Oriflame), loose powder (Ristra), sama pelembab bibir (tau Tender Care-nya Oriflame kan? Kayaknya hits pada zamannya yha). Waktu itu, udah berasa seneng banget sama hasil mascara, mata yang sayu nan sedih ini seketika nampak awake, hahahha

Mulai kerja dan punya uang sendiri, itulah saat perjalanan cari make up yang sesungguhnya dimulai. Dari BB Cream-nya Caring Colours by Martha Tilaar yang awal muncul dan varian termurah, juga coba tester pack CC Cream dari Clinique (yang aku pakai jadi primer sekarang, karena belum punya primer), sampai akhirnya butuh yang coverage bagus dan nggak gampang oksidasi/jadi abu-abu, aku beralih ke foundation. Semua dicoba mana yang paling cocok. Aku juga rajin baca artikel tentang skin undertone beda yah sama skin tone dari Youtube (Justine Leconte) dan channel Korea (Song Ji Hyo Beauty View) sampai aku tau mana yang paling cocok buat fitur wajahku.

Jadi teman-teman, ternyata belajar dasar pengenalan wajah sendiri itu penting banget! Kenali apa jenis kulitmu, apakah berminyak, kering, atau kombinasi. Skin undertone-mu, apakah warm, cool, atau neutral. Bentuk kelopak mata-mu, apakah hooded, monolid, atau almond, dan sebagainya. Itu semua supaya kita nggak salah pilih make up. Make up kan tujuannya enhance apa yang sudah kita punya. Menurutku nggak semua harus dipakai atau dibeli kalau kita nggak perlu. Lain cerita kalau profesimu Make up Artist atau uang nya turah-turah ya, monggo silahkan 😀

Oh iya, tentang tema video pertamaku “Make Up Untuk Kondangan di Siang Hari” terinspirasi dari keresahanku saat foundation sering banget cracking dan luntur di hidung walau lokasi kondangan di dalam gedung. Pokoknya kondangan belum beres tapi make up di mukaku udah menyerah kalah, huhu.. Foto juga nggak cucok hasilnya, malah nggak keliatan pakai me’ap. Aku mulai belajar baking technique make up saat venue pernikahan sahabatku, Feny, lokasinya di outdoor dan aku musti jadi salah satu bridesmaid-nya. Aku pikir, “wah asik nih outdoor cahaya mataharinya dapet, pasti cakep buat foto-foto, tapi gimana caranya make up supaya tetep staaay?!” Setelah nonton banyak video Youtube, aku dapat kesimpulan kalau baking technique itu musti pake translucent powder (bedak tabur yang nggak berwarna/putih), yang paling popular itu dari Laura Mercier. Tapi kok mahal ya bok harganya, ogut kan nggak baking-an tiap hari. Setelah googling nemu ingredients utama di translucent powder ini ternyata talc, dan bedak bayi Johnson juga mostly berbahan dasar talc. Berangkat dari kesotoy-an bin ke-nggak-mau-rugi-an ku ini, aku menggunakan bedak bayi sebagai pengganti translucent powder (waktu itu dodolnya kenapa nggak search video hacks teknik baking ya? Padahal ternyata banyak yg udah sharing bisa pakai bedak bayi, walau tetep ada pro and cons-nya ya).

And here I am, masih jauh dari kata sempurna lah ya pastinya buat make up. Tapi aku pikir, aku sudah buanyak banget belajar apa saja dari Youtube, kenapa nggak sekarang coba gantian? Pasti ada lah, setetes dua tetes manfaat yang bisa disampaikan. Apalagi nanti (insyaAllah) punya banyak teman dan bisa sharing juga di kolom komentar. Jadi content creator blm pasti kita tau segalanya loh, jadi dikasih masukkan dan kritik itu seneng banget, apalagi ada diskusi ngobrol. Artinya karya kita diperhatiin, hehe…

Aku nggak sabar sih dapet feedback dari temen-temen. Oh ya, bisa aja content ku nggak berupa make up thok, tapi bisa juga tentang masakan, tips dan trik ala keluarga muda, atau tentang proses perjalanan pengenalan diri, aishhh…

So, my darling friends, please welcome my very first video, enjoy!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s